Mengenal Lebih Dekat dengan Kak Bayu

kak bayu   “Kak Bayu” begitulah kami menyapanya, adalah seorang pelatih dan video choreographer CG MBWG untuk GPMB tahun ini. Kancahnya di bidang CG sudah tidak diragukan lagi. Di balik kepiawaiannya dalam bermain flag ternyata Kak Bayu adalah sosok yang ramah juga. Di sela-sela waktunya yang sangat padat Kak Bayu bersedia kami wawancara seputiar dunia MB yang beliau tekuni. Yuk, simak ulasannya!     Q: Bagaimana awal mula masuk ke dunia marching band dan color guard? A: Dulu waktu kelas 4 SD di Bogor sekitar tahun 2002, saya sudah mulai ikut marching band. Awalnya saya selalu tidak diizinkan ikut MB oleh orang tua karena sering sakit-sakitan. Namun, pada akhirnya setelah ikut MB saya malah menjadi lebih kuat fisiknya. Akhirnya orang tua pun mengizinkan saya ikut MB. Dari sebelum saya ikut MB, saya memang sudah sering latihan color guard. Awalnya saya hanya tertarik karena terlihat menarik dengan flag yang warna-warni dan bebas berekspresi. Berbeda dengan fraksi lain yang memiliki ‘pakem’ sendiri dalam MB. Sampai saat saya kelas 6, setelah menjadi field commander, pelatih saya melihat ada bakat dan ketertarikan dalam diri saya terhadap color guard. Akhirnya beliau mengajarkan dasar-dasar color guard kepada saya. Setelah itu, saat kelas 2 SMP saya mulai menjadi pelatih semua section. Dulu MB di SMP saya selalu menjadi bahan ejekan, hingga akhirnya saya melatih MB tersebut karena saya tidak mau menjadi bahan ejekan orang-orang. Saat saya kelas 2 SMA, saya bergabung dalam Marching Band Bina Caraka dan mengikuti GPMB untuk pertama kalinya sebagai pemain tuba dan meraih juara pertama. Akhirnya pada tahun 2011 saya baru bermain sebagai color guard sekaligus makin memperdalam ilmu visual dalam marching band. Dan tahun 2015 ini saya sangat senang karena mendapat kesempatan untuk bekerjasama dengan MBWG. Ini merupakan tantangan besar bagi saya sekaligus menjadi turning back point di karier marching band saya.   Q: Apa saja prestasi yang pernah diraih sampai saat ini? A: Tahun 2004, 2005, 2007, dan 2008 saya mendapat prestasi sebagai best Field Commander di Festival Marching Band di Bogor tingkat Jabodetabek. Pada tahun 2009, saya meraih Juara Umum GPMB XXV bersama Marching Band Bina Caraka. Untuk marching band yang saya latih, tahun 2007 saya membawa MB SDN 1 Bogor menjadi juara 1 GPJB. Tahun 2009, saya membawa MB SMPN 1 Bogor menjadi juara umum di festival marching band. Tahun 2013, saya membawa MB Bahana Mabung Suara menjadi juara 2 display di BMBC. Tahun 2011 saya membawa color guard Pemkot Kota Bogor meraih juara 1 di marching band championship di Makassar. Saya juga membawa Drum Band SD Regina Pacis Bogor meraih juara 1 festival marching band, juara 1 BMBC, dan juara 4 di GPJB tahun 2014 lalu. Selain itu, pada tahun 2012 saya pertama kali menjadi juri general effect di Sukabumi. Tahun 2014 saya kembali menjadi juri di event yang sama sebagai juri color guard.   Q: Apa poin penting untuk membuat marching band menjadi bagus? A: Menurut saya, poin yang paling penting untuk membuat marching band menjadi bagus adalah kedisiplinan, dalam arti disiplin dalam waktu, manajemen, recruitment, regenerasi, sesi latihan, semuanya harus disiplin. Karena ketika sebuah band bisa disiplin, mereka bisa punya culture. Ketika culture tersebut sudah terbangun, mereka bisa punya sistem. Ketika mereka sudah punya sistem yang pakem, maka siapapun pelatihnya, they will survive karena sistemnya tidak berubah. Dan pastinya sistem itu adalah hasil dari trial and error yang dilakukan selama bertahun-tahun karena disiplin yang dilakukan secara terus-menerus sehingga mereka bisa menentukan sistem apa yang akan dipakai dalam band mereka. Jadi bukan skill yang bagus, alat yang mahal atau uang yang banyak, tapi yang paling penting adalah disiplin. Disiplin tidak mahal, namun tidak bisa dibeli. Semua orang bisa melakukannya, jadi tergantung mau atau tidak melakukannya. Karena ketika sebuah band disiplin, mereka akan memiliki attitude yang akan membedakan mereka dengan band lainnya.   Q: Menurut kak Bayu latihan yang efektif itu seperti apa? A: Menurut saya, ada beberapa faktor yang mempengaruhi efektivitas latihan. Pertama, kondusif atau tidaknya latihan tersebut. Bukan hanya dari segi lingkungan tempat latihan yang nyaman dan appropriate, tapi juga dari segi psikologis pemain dan pelatih, yaitu kesiapan untuk latihan serta pemain yang lengkap. Kedua, kualitas interaksi antara pelatih dan pemain maupun antar pemain. Pelatih harus bisa memberikan informasi yang jelas dan tepat kepada pemain. Apabila ada pemain yang masih kurang tepat gerakannya, pelatih tidak hanya menginstruksikan untung mengulangi gerakan namun juga harus bisa memberikan solusi untuk memperbaikinya. Selain itu, interaksi antar pemain juga dibutuhkan agar latihan dapat berjalan lebih efektif. Faktor yang ketiga adalah ability to do self-correction. Apabila pemain dapat melakukan self-correction, maka latihan akan berjalan jauh lebih cepat dan efektif karena pemain tidak perlu menunggu untuk ditegur pelatih, tapi bisa langsung memperbaiki kesalahan diri sendiri. Tentunya self-correction tidak bisa tumbuh secara spontan pada pemain, namun perlu bimbingan juga dari pelatih.   Q: Bagaimana tanggapan kak Bayu tentang hasil MBWG di GPMB 2014 lalu yang mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya? A: Menurut saya, GPMB 2014 lalu MBWG telah belajar banyak dari tahun sebelumnya dan membuat kalian improving sangat banyak dalam hal materinya, cara latihannya, manajemennya, basicnya, sehingga bisa masuk divisi utama. Itu merupakan progress yang sangat luar biasa. Hasil tahun 2014 lalu juga memotivasi kalian untuk doing much better pada GPMB tahun ini. Pengalaman tahun sebelumnya membuat kalian paham tentang apa saja yang perlu disiapkan untuk mengikuti GPMB tahun ini karena kalian telah mengalami trial and error, sehingga sistem kalian semakin mantap, dan hal itu yang sangat penting dalam sebuah band.  Tapi, perlu diingat bahwa prestasi juga bergantung pada kualitas kontestan pada saat itu. Karena ada variety of quality dari band-band yang ikut, maka kalian harus bandingkan kualitas band kalian sendiri dari tahun-tahun sebelumnya sehingga tahun 2015 dapat ditingkatkan lagi.   Q: Apa harapan kak Bayu untuk MBWG di GPMB 2015? A: Harapan saya untuk MBWG tahun ini, yang pertama adalah bisa menjadi nomor satu. Walaupun kalian mungkin punya target sendiri, tapi saya punya prinsip jadikan dulu nomor satu sebagai target utamanya. Be the best of the best, bukan menjadi yang terbaik yang bisa dilakukan. Karena kalau kita punya target hanya sampai top 5, kita akan berusaha layaknya band yang mau menjadi juara 5. Hal itu seperti menjadi pembatasan diri. Tapi jika kita punya target sebagai juara 1, maka kita akan berusaha, berlatih dan mempersiapkan segala sesuatunya sebagai band yang mau menjadi juara 1. Masalah hasilnya seperti apa, itu akan berjalan dengan sendirinya karena tidak ada hasil yang mengkhianati usaha. Meskipun jika nanti ternyata belum juara 1, berarti kita tahu bahwa masih ada yang kurang dan perlu diperbaiki. Jadi perlu adanya penyamaan visi dan misi untuk menjadi juara 1. Harapan yang kedua adalah semoga bisa terbentuk kerjasama yang baik antara pemateri, pelatih, dan pemain. Karena band yang juara 1 tidak selalu band yang kontennya paling tinggi, tetapi yang achievementnya paling tinggi. Walaupun kalian hire pemateri/arranger yang dapat membuat konten juara 1, itu akan meaningless ketika kalian tidak punya pelatih di lapangan yang mengontrol eksekusi materi yang diberikan oleh pemateri. Maka faktor pelatih di lapangan seperti Dinay, Fio, Dimas, dan Aidil menjadi penting untuk menjamin sukses atau tidaknya realisasi konten tersebut menjadi sebuah achievement. Sehingga dibutuhkan kerjasama yang baik antar tiap elemen untuk eksekusi yang baik. Harapan yang ketiga yaitu semoga MBWG dapat memberikan manfaat. Kita harus bisa menginspirasi dan mengedukasi masyarakat. Karena dalam marching band kita bisa belajar tentang solidaritas, saling mengerti dan bertukar ide. Jadi, semoga marching band tidak hanya sekedar menghibur tapi juga dapat memberikan manfaat dalam segi hardskill maupun softskill, baik untuk kita sendiri maupun untuk masyarakat luas.